Fabrikasi logam

Kalau berbicara tentang fabrikasi, artinya bagaimana mengubah bahan baku (Plat, sheet metal, foil, round bar, hollow, steel profile, etc) menjadi suatu produk jadi atau setengah jadi. Bahan baku sheet metal diubah menjadi air duct, cable tray, dsbnya. Bahan baku plat diubah menjadi dish head, shell pada shell and tube he, cyclone pada dust trap, dsbnya. Bahan baku pipa menjadi spool pipa, tiang lampu, coloum, dsbnya.

Secara umum, dengan asumsi elemen pendukung operasional fabrikasi seperti sdm, raw material, mesin dan perkakas, workshop, pesawat angkat, material konsumable(kawat las, asetilen, oksigen, argon), maka fabrikasi dapat dilaksanakan mencakup tahap2 berikut:

1. Membuat shop-drawing (fabrication drawing) berdasarkan for-construction-drawing. Di acc -kan ke owner-product atau main main-contractor.

2.Pembentukan. Proses ini melibatkan proses pemotongan, bending, rolling, drilling, machining, forging, dsbnya. Hasilnya berupa segmen atau spare part dari sebuah produk.

3.Perakitan. Pada tahap ini banyak melibatkan proses penyambungan antara segmen – segmen baik secara metalurgi, mekanik atau kimia. Ketika dilakukan penyambungan secara matalurgi, kadang -kadang diperlukan proses tambahan seperti pre dan post weld heat treatment.

4.Finishing. pada proses ini dilaku coating untuk mengontrol deteriorasi material dan untuk tujuan estetik.
5.Commissioning product
6. Laporan akhir dan as build drawing
7. After sales services (garansi)

Agar proses fabrikasi berjalan baik dan ada jaminan mutunya (QA) maka pelaksanaanya harus dipersiapkan, perencanaan antara lain sbg ;

 

Pelanggan usaha jasa fabrikasi biasanya individu, perusahaan berbagai bidang, perusahaan jasa kontraktor. Beberapa perusahaan kontraktor besar di indonesia, sbb:

1..Aker Solution

2. JGC Indonesia

3.Gunanusa Utama Fabricator

4. AMEC Berca

5.KBR (Kellog Brown and Root)

6.Bechtel

7. Inti Karya Persada Teknik (IKPT)

8.Technip Indonesia

9.Rekayasa Industri

10.Saipem

11.WorleyParsons

12.Tripatra

Terkait dengan proses perkuliahan, maka laporan kegiatan praktek atau kegiatan PKM dapat dibuat dengan struktur sebagai berikut :

1.Cover depan

2.lembar pengesahan Dosen Pengampuh mata kuliah

3. ringkasan.. yang menjelaskan esensi dan positioning produk di masyarakat

4. kata pengantar. ungkapan syukur dan rasa terima kasih penulis atas selesaian kegiatan dan penyusunan laporan

5.daftar isi

6.daftar tabel

7.daftar gambar

8.daftar lampiran

9. bab I pendahuluan; mencakup;

-latar belakang. penjelasan esensi produk dari aspek – aspek yang ingin ditinjau

-rumusan masalah. membuat pertanyaan sehingga terkait aspek akurasi ukuran , ketepatan pemilihan proses, kerapian dan waktu penyelesaian

-tujuan. pencapaian terkait aspek akurasi ukuran , ketepatan pemilihan proses, kerapian dan waktu penyelesaian

-manfaat. Yang bisadiperoleh dariĀ  kegiatan atau terciptanya produk

-batas masalah.

10. Bab II. Teori. kompilasi kutipan dari sumber pustaka, diantaranya tentang aspekĀ  material, pemrosesanya, struktur, sifat, perfoma material

11. Bab III. metodologi; alat, bahan, SOP, IK, form, dll yang mendukung terlaksananya kegiatan

12.Bab IV HAsil dan pembahasan. spesifikasi dan penjelasan aspek – aspek produk

13. Bab V Kesimpulan dan saran. jawaban final dari pertanyaan dari rumusan masalah

14. Daftar Pustaka

15. Cover belakang

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *