Penetrasi las

Penetrasi las adalah kedalaman perambatan panas yang mampu mencairkan logam. Perambatan panas pada proses pengelasan dipengaruhi oleh heat input, polaritas mesin dan proses las dengan consumable atau tidak. Heat input dipengaruhi oleh amper, voltase dan kecepatan las.
Oleh karena itu, ketika akan melakukan pengelasan dengan target kedalaman penetrasi tertentu, maka harus disadari bahwa proses las yang anda pilih adalah proses las yang consumable electrode atau bukan. Kenapa? Begini ceritanya, konsep awal estimasi kedalaman penetrasi las terdalam itu ketika polaritas mesin las DCEN dimana material menerima panas maksimal akibat menerima tumbukan elektron, ada yang berpendapat 2/3 atsu 70% panas, sementara 1/3 atau 70% diterima oleh elektroda. Dari beberapa referensi, ternyata konsep tersebut hanya berlaku untuk pengelasan dengan nonconsumable electrode. Pada proses las dengan consumable electrode, jika set up mesin las sama seperti sebelumnya (dcen) ternyata penetrasinya lebih dangkal dibandingkan dengan polaritas dcep. Kok bisa? Begini penjelasanya, ketika dcen panas yang diterima material maksimal 70%, sementara ketika polaritas dcep bisa lebih dari 70% yakni panas yang berasal dari logam cair yang memcair dengan deposition rate yang tinggi. Sudah sama2 kita ketahui ketika polaritas dcep maka deposition rate sangat tinggi oleh karena elektron menumbuk elektroda.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *