Uncategorized

Biodata

Nama  : Kiki Dwi Wulandari, ST., MT.

TTL  : Sidoarjo, 03 Juni 1991

Alamat  : Jl. Semampir No.37 RT.01 RW.01 Sedati Sidoarjo

No.telp  : 081233747357

Email  : kikidwi@ppns.ac.id

Riwayat Pendidikan  :

  • SDN Semampir I, Sidoarjo (1996-2002)
  • SMPN 1 Waru, Sidoarjo (2002-2005)
  • SMAN 15 Surabaya, Surabaya (2005-2008)
  • S1 Teknik Sipil ITS, Surabaya (2008-2012)
  • S2 Teknik Sipil (Structural Engineering) ITS, Surabaya (2016-2018)
Facebook Comments
Keandalan
0 Comments

Fault Tree Analysis

Fault Tree Analysis (FTA)

FTA adalah suatu alat untuk menganalisis, dengan tampilan visual (gambar) dan mengevaluasi jalur dari suatu kegagalan pada sistem serta menyediakan suatu mekanisme untuk mengevaluasi tingkatan bahaya pada sistem (Ericson, 1999). Konsep mendasar dari fault tree analysis adalah menterjemahkan dan menganalisis suatu kegagalan atau kesalahan dari sistem kedalam bentuk diagram visual dan model logika (Ericson, 1999). Diagram visual memberikan suatu bentuk model visual yang dengan mudah menggambarkan hubungan-hubungan yang ada pada sistem dan akar permasalahan yang terjadi (Ericson, 1999). Sementara model  logika memberikan mekanisma evaluasi secara kualitatif dan kuantitif (Ericson, 1999).  Suatu aturan dan symbol yang sederhana membantu menganalisis suatu sistem dan hubungan yang kompleks antara perangkat keras, perangkat lunak dan manusia (Ericson, 1999).

Fault Tree Analysis merupakan sebuah analytical tool yang menerjemahkan secara grafik kombinasi-kombinasi dari kesalahan yang menyebabkan kegagalan dari sistem. Teknik ini berguna mendeskripsikan dan menilai kejadian di dalam hsystem (Foster, 2004). FTA menggunakan 2 simbol utama yang disebut events dan gates. Ada tiga tipe event yaitu:

  1. Primary Event
    Primary event adalah sebuah tahap dalam proses penggunaan produk yag mungkin saat gagal. Sebagai contoh saat memasukkan kunci kedalam gembok, kunci tersebut mungkin gagaluntuk pas/sesuai dengan gembok. Primary event lebih lanjut dibagi menjadi tiga kategori yaitu:

    • Basic event
    • Undeveloped events
    • External events
  2. Intermediate event
    Intermediate event adalah hasil dari kombinasi kesalahan-kesalahan, beberapa diantaranya mungkin primary event. Intermediate event ini ditempatkan di tengah-tengah sebuah fault tree.
  3. Expanded Event
    Expanded Event membutuhkan sebuah fault tree yang terpisah dikarenakan kompleksitasnya. Untuk fault tree yang baru ini, expanded event adalah undesired event dan diletakkan pada bagian atas fault tree.

Prosedur dan pendekatan untuk menggunakan fault tree analysis (FTA) sebagai alat untuk menganalisis dan mengevaluasi jalur kesalahan adalah sebagai berikut: (Ericson II, 1999)

Langkah 1 – Identifikasikan kejadian-kejadian utama yang mungkin akan ditentukan untuk dianalisis dan dicari penyebabnya. Hasil dari pengawasan manajemen dan analisis pohon resiko juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan.

Langkah 2 – Tambahkan kondisi atau kejadian yang dapat berkontribusi atau mengakibatkan kejadian diatas.

Langkah 3 – Tetapkan logic gate (gerbang logika) sesuai dengan gabungan peristiwa yang menunjukkan apakah kedua peristiwa terjadi pada waktu dan tempat yang sama (AND) atau kejadian yang mungkin terjadi (OR). Pergerakan ke cabang pada fault tree menunjukkan efek.

Langkah 4 – Lanjutkan dengan mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang berkontribusi dan menetapkan simbol-simbol logika untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa yang mungkin menjadi penyebab. Ketika beberapa kondisi terjadi pada serangkaian peristiwa, sejumlah peristiwa-peristiwa penting yang dapat menyebabkan kecelakaan dapat ditempatkan pada pohon.

Langkah 5 – Tentukan probabilitas kemungkinan bahwa setiap peristiwa yang terjadi dengan memikirkan kemungkinan berdasarkan probabilitas dari setiap pasangan peristiwa yang berkontribusi. Persamaan dibawah dapat menentukan gerbang logika AND dan OR. Bahkan jika probabilitas kejadian tidak dapat ditetapkan, FTA masih dapat berfungsi sebagai metode evaluasi.

Disadvantage:
Peluang bisa saha terlewatkan dalam langkah ini karena penekanannya diletakkan pada ancaman. Alat-alat umumnya yang tersedia untuk para ahli.

Benefits of Fault Tree Analysis :

  1. Identify failures deductively. Dengan menggunakan logika analisis kegagalan secara rinci dan juga alat-alat seperti ‘5 Whys’, Fault Tree Analysis membantu tim berfokus pada penyebab setiap peristiwa dalam urutan logis yang mengarah pada kegagalan.
  2. Promote effective information communication. Diagram semacam itu secara visual menyajikan informasi analisis sistem dengan cara yang jelas dan ringkas. Staf dalam suatu organisasi dapat mengakses dan memahami hasil analisis dengan lebih baik.
  3. Expose system behavior and possible interactions. Diagram Fault Tree Analysismemungkinkan pemeriksaan banyak cara kesalahan yang terjadi dan dapat mengekspos jalur tidak jelas kepada kegagalan yang mendekati pendekatan analisis lainnya. Akibatnya, ini akan membantu mengoptimalkan tes dan pemeriksaan.
  4. Account for human error. Diagram Fault Tree Analysis dapat mencakup hardwaresoftware serta faktor manusia dalam satu grafik yang diperlukan. Pendekatan Fault Tree Analysis adalah metode komprehensif dengan memasukan berbagai penyebab kegagalan.

Contoh FTA :

Untuk informasi lebih detail, bisa langsung cek di file PPNS_FAULT TREE ANALYSIS (FTA)

Sumber :

 

Facebook Comments