Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik yakni:

  1. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan
  2. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi.
  3. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.

Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi etika publik:

  1. Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
  2. Dimensi Modalitas
  3. Dimensi Tindakan Integritas Publik

Indikator etika publik meliputi:

  1. Adanya kode etik, yang merupakan aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis.
  2. Keramahan dalam bersikap akan membuat orang lain merasa dihargai dan dihormati.
  3. Sopan santun, merupakan sikap yang berdasarkan pada aspek nilai dan norma saat melayani publik sehingga meningkatkan kualitas pelayanan publik.
  4. Empati dan simpati, sikap seakan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Simpati akan berlangsung ketika ada sikap saling pengertian dan saling percaya sehingga memudahkan dalam berkomunikasi.
  5. Netralitas, sikap yang tidak memihak atau ikut berkompetisi dalam kegiatan yang memungkinkan terjadi pertikaian.

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang undang ASN, yakni sebagai berikut:

  1. Memegang teguh nilai nilai ideologi negara Pancasila
  2. Setia dan mempertahankan Undang Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
  3. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak
  4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
  5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
  6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
  7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
  8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
  9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdayaguna, berhasilguna dan santun.
  10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitastinggi.
  11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
  12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
  13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
  14. Meningkatkan efektivitas system pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.

Manfaat nilai etika bagi organisasi antara lain sebagai berikut:

  1. Kebersamaan
  2. Empati
  3. Kepedulian
  4. Kedewasaan
  5. Orientasi organisasi
  6. Respect
  7. Kebajikan
  8. Integritas
  9. Inovatif
  10. Keunggulan
  11. Keluwesa
  12. Kearifan
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *