Anti Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa latin “corruption” (Fockema Andrea: 1951) atau “corruptus” (Webster Student Dictionary: 1960 ). Selanjutnya dikatakan bahwa “corruption” berasal dari kata “corrumpere”, suatu bahasa latin yang lebih tua. Dari bahasa latin tersebut kemudian dikenal istilah “coruption, corrupt” (Inggris), “corruption” (Perancis) dan “corruptive/korruptie” (Belanda). Korupsi secara harfiah adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian. Kata kunci untuk menjauhkan diri dari korupsi adalah internalisasi integritas pada diri sendiri dan hidup atau bekerja dalam lingkungan yang menjalankan integritas dengan baik.

Jenis-Jenis Korupsi

Ada tujuh jenis korupsi menurut Syed Husein Alatas:

  • Korupsi Transaktif yaitu korupsi yang menunjukkan adanya kesepakatan timbal balik antara pemberi dan penerima demi keuntungan bersama. Kedua pihak sama-sama aktif menjalankan perbuatan tersebut.
  • Korupsi Ekstroaktif adalah korupsi yang menyertakan bentuk-bentuk koersi (tekanan) tertentu di mana pihak pemberi dipaksa untuk menyuap guna mencegah kerugian yang mengancam diri, kepentingan, orang-orangnya, atau hal-hal yang dihargai.
  • Korupsi Investif yaitu korupsi yang melibatkan suatu penawaran barang atau jasa tanpa adanya pertalian langsung dengan keuntungan bagi pemberi. Keuntungan diharapkan akan diperoleh di masa yang akan datang.
  • Korupsi Nepotistik adalah korupsi berupa pemberian perlakuan khusus kepada teman atau yang mempunyai kedekatan hubungan dalam rangka menduduki jabatan publik, di mana perilaku pengutamaan dalam segala bentuk yagbetrentangan dengan norma atau peraturan yang berlaku.
  • Korupsi Autogenik yaitu korupsi yang dilakukan individu karena mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pengetahuan dan pemahamannya atas sesuatu yang hanya diketahui sendiri.
  • Korupsi Suportif adalah korupsi yang mengacu pada penciptaan suasana yang kondusif untuk melindungi atau mempertahankan keberadaan tindak korupsi yang lain.
  • Korupsi Defensif yaitu korupsi yang terpaksa dilakukan dalam rangka mempertahankan diri dari pemerasan.

Dapat disimpulkan bahwa istilah perilaku korupsi dan istilah tindak pidana korupsi, bahwa setiap perilaku korupsi belum tentu merupakan tindak pidana korupsi. Berdasarkan UU No 31/1999 jo No. UU 20/2001 terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yaitu: kerugian keuangan negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi. Jenis-jenis tersebut diadopsi dari KUHP (pasal 1 ayat 1 sub c UU no 3/71). Dampak korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, namun ada kaitannya dengan kerusakan kehidupan.

Pembangunan integritas perlu dimulai dari upaya membangun integritas individu yang selaras dengan integritas organisasi dan bangsa dengan konsep yang dikenal sebagai tunas integritas. Para tunas integritas dihadapkan dapat menjalankan peran strategis dalam organisasi berupa:

  • Peran sebagai jembatan masa depan kesuksesan organisasi, mereka menjadi kumpulan orang yang selalu terdepan untuk memastikan tujuan organisasi tercapai.
  • Membangun sistem integritas, berpartisipasi aktif dalam pembangunan sistem integritas hingga semua peluang korupsi dan berbagai penyimpangan lainnya dapat ditutupi.
  • Mempengaruhi orang lain, khususnya mitra kerja untuk berintegritas tinggi.

Tunas integritas adalah individu yang terpilih untuk memastikan lebih banyak lagi personil organisasi yang memiliki integritas tinggi serta berkiprah nyata dalam membangun sistem integritas di organisasinya. Menanamkan integritas dan membangun sistem integritas merupakan suatu kerja yang simultan sampai terbentuk budaya integritas di organisasi. Dalam upaya sistem mampu memastikan organisasi mencapai tujuannya dan menjaga individu dalam organisasi, maka kematangan pelaksanaan programnya dilaksanakan secara optimal lewat tahapan belum ada kinerja, adhoc (sementara, reaktif, mendadak), planned (terencana dan terorganisir dengan baik), menyatu dengan sistem organisasi, telah dapat dievaluasi, dan dapat dioptimalkan.

Beragam jenis dan bentuk sistem integritas untuk menjaga suatu organisasi mencapai tujuannya secara berintegritas diantaranya kebijakan perekrutan dan promosi, pengukuran kinerja, sistem dan kebijakan pengembangan SDM, pengadaan barang dan jasa, kode etik dan pedoman perilaku, laporan harta kekayaan penyelenggara negara, program pengendalian gratifikasi.

Niliai-nilai Dasar Anti Korupsi

Ada sembilan nilai-nilai dasar terkait aktualisasi anti korupsi antara lain yaitu:

  • Jujur
  • Peduli
  • Mandiri
  • Disiplin
  • Tanggung Jawab
  • Kerja Keras
  • Sederhana
  • Berani
  • Adil
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *