PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PERANCANGAN EVALUASI NON-TES DALAM MATA KULIAH BAHASA INDONESIA DI POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA Denny Oktavina Radianto , Anda Iviana Juniani , Wiediartini

Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif dan Perancangan evaluasi Non-tes dalam Mata kuliah Bahasa Indonesia di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Abstrak

Penyusunan kurikulum Perguruan  Tinggi saat ini harus berpedoman  pada  Undang-undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan tinggi, Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI dan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang SN-DIKTI. Berdasarkan peraturan tersebut, maka dalam capaian pembelajaran  lulusan setiap mata kuliah harus memuat empat aspek, yaitu sikap, keterampilan umum, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Penelitian berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif  dan Perancangan Evaluasi non-Tes dalam Mata Kuliah  Bahasa Indonesia di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya” ini memiliki dua tujuan. Tujuan  pertama adalah untuk mengembangkan model pembelajaran kooperatif  di PPNS khususnya  pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Kedua untuk  merancang bentuk evaluasi nontes  pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Berdasarkan dua tujuan penelitian tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan capaian pembelajaran di PPNS khususnya pada mata  kuliah Bahasa Indonesia.

 

Pengembangan model pembelajaran kooperatif harus mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain karakteristik peserta didik, pengajar, serta lingkungan. Terdapat beberapa model pembelajaran  kooperatif. Pemilihan model pembelajaran kooperatif tersebut perlu mempertimbangkan beberapa aspek tadi. Berdasarkan hal tersebut maka penggunaan model pembelajaran  kooperatif di Politeknik  Perkapalan  Negeri Surabaya juga perlu mempertimbangkan  berbagai  hal. Mengingat bahwa dalam pelaksanaan proses belajar  mengajar Politeknik Perkapalan  Negeri Surabaya harus mengikuti kurikulum yang berlaku, maka upaya pengembangan model pembelajaran kooperatif juga harus menjangkau keseluruhan aspek penilaian kompetensi peserta  didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berupaya mengembangkan model pembelajaran dan bentuk evaluasi non-tes pada rencana pembelajaran semester  yang digunakan. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2016/ 2017. Pada semester gasal penelitian dititikberatkan pada observasi dan pengembangan model pembelajaran serta bentuk evaluasi mata kuliah Bahasa Indonesia. Sementara pada semester genap penelitian berkonsenterasi pada uji coba model dan instrument evaluasinya. Data dalam penelitian ini berupa laporan observasi proses pembelajaran, perangkat pembelajaran  berupa  RPS, perangkat penilaian dan wawancara dengan dosen dan mahasiswa. Dari sejumlah data tersebut selanjutnya dianalisis untuk melakukan reduksi data. Setelah mendapatkan data yang sesuai analisis dilanjutkan untuk mendapatkan gambaran/ deskripsi data tentang penggunaan metode dan evaluasi sesuai tujuan penelitian dengan melakukan display data. Tahap berikutnya adalah  penarikan kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini.

 

Proses pengambilan data berupa observasi dilakukan dengan melakukan perekaman dan observasi lapangan untuk dapat memotret keseluruhan proses pembelajaran terjadi pada lokasi penelitian. Adapun kelas yang diamati tidak terikat oleh jenjang atau semester, sehingga peneliti akan mendapatkan gambaran umum proses pembelajaran pada popuasi. Pada penelitian populasi seperti ini peneliti tetap akan memperhatikan heterogenitas populasi dengan melakukan pengambilan data memperhatikan hierarki  yang ada pada populasi. Mengingat  penelitian  ini  hanya memfokuskan  diri pada mata  kuliah Bahasa Indonesia saja, maka pengambilan hata  hanya dilakukan pada sumber yang  relevan.

Teknik  pengecekan  keabsahan  data maupun perangkat yang dihasilkan menggunakan teknik trianggulasi. Oleh karena itu, kegiatan penelitian berkaitan  dengan sumber data, metode, teori   yang  digunakan, serta peneliti sendiri diarahkan pada terwujudnya hasil penelitian yang tak terbantahkan. Dosen  sebagai  pengguna  RPS dan instrument penilaian  telah merasa puas dengan  pengembangan yang  dilakukan. Hal ini  karena dosen dilibatkan dalam  proses pengembangan  yang dilakukan. Kesulitan  yang dialami dosen  dan mahasiswa dalam  perkuliahan  Bahasa  Indonesia  dikomunikasikan  untuk  dicarikan solusi   terbaiknya. Mahasiswa  pun merasakan pengalaman perkuliahan yang berbeda  dengan  perkuliahan pada  umumnya. Metode  pembelajaran kooperatif berbeda  dengan tugas  kelompok  biasa.

Kata Kunci: pembelajaran, sejarah, bahasa, ceramah, interaktif, video

Pada contoh jurnal ini hanya memuat sampul dan 1 artikel saja.

Jurnal Bahana 036

Facebook Comments

PEMBERDAYAAN PERAN PERKUMPULAN IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PERMASALAHAN LINGKUNGAN RT 06 RW 02 KEPUTIH, SUKOLILO SURABAYA Denny Oktavina Radianto 1), Wiediartini 2), Anda Iviana Juniani 3), Moh. Miftachul Munir 4), Ika Erawati 5). (contoh prosiding pengabdian kepada masyarakat)

44. Denny, Wiediartini, anda, Moh. Miftachul dan Ika

Abstract

Gender equality is one of the current issues of national development that still becomes hot topic nowadays. There are many factors influence the gender equality such as traditional culture that is considered as the barrier factor to attain it. Moreover, women role as wives or housewives are still often considered to be quite handling matters of the household. Javanese culture says that housewives are identically with the term of three R, namely kitchen, well, and mattress. But nowadays, the term is no longer relevant to the figure of women and wives in the city such as Surabaya. In urban society, women have been able playing role both in economic and career. Though, it does not come with the role of women to achieve better social life such as in government and political affair. Therefore, one of ways to increase the women’s role to engage in decisions concerning their environments is started at the lowest level, namely neighborhood Association (Indonesian: RT). As the result, initiating the role of women in the form of association of housewives or often termed as social gathering is held. This social gathering forum of housewives in RT 06 RW 02 Keputih Sukolilo Surabaya is expected to give contribution to RT’s decision.
Keywords: Role, Society, Mother, Problems, Environment

Facebook Comments

PENGARUH PENERAPAN KNOWLEDGE SHARING TERHADAP IPK MAHASISWA POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA Vivie Sholichatin Nafi’ah 1, Eva Nur Mudzalifah 2, Ridwan Firmanto 3, Denny Oktavina Radianto, S.Pd., M.Pd. 4

32. Vivie, Eva, dan Ridwan

Abstract

This study ams to analyze and examine the influence among the variables studied in this research, including knowledge sharing, individual competence, and student performance assessed through IPK. This research uses descriptive quantitative approach using explanatory research with quantitative approach. Population used in this research is all student of Surabaya Shipbuilding State Polytechnic (PPNS) with purposive sampling technique to get sample with number 108 people. Technique of colleting data is done by media of questioner and documentation. The collected data will be analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistic consisting of path analysis and t test. Based on the results of path analysis showed that knowledge sharing variables directly and significantly affect individual competence variables, with a beta coefficient of 0,397 and significance of 0,000. The indirect effect of knowledge sharing on student’s GPA through individual competence is 0,130 or 13.0%.
Keyword: Knowledge sharing, individual competence, student’s GPA, and path analysis.

Facebook Comments

MODEL IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN PLN Merlin Dyah Wati 1 , Erdhisa Tysani Nurliana 2, Fastin Yaniar Fajrin 3, Friska Heninda Rahmadini 4, Denny Oktavina Radianto, S.Pd., M.Pd 5

30. Merlin, Erdhisa, Fastin, Friska dan Denny

Abstract

The study aims to know the application of Knowledge Management in PT. PLN. Data collection research by conducting interviews to several stakeholders / employees of PT. PLN has retired and is still active as a resource person. The first research result, that PT. PLN uses FGD (Focus Group Discussion) or a term in the company is CEO Note where it conducts two-way communication between director and employee to improve company performance. Second, the result of the implementation of CEO Note developed an idea to have a special portal for knowledge sharing activities or knowledge of company PT. PLN namely Knowledge Management System (KMS). Third, the factors that lead to implementation are because companies want to change productivity and increase competitive advantage among companies.
Keywords : FGD (Focus Group Discussion), Knowledge, Knowledge Management System (KMS)

Facebook Comments

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA SAHAM SEKTOR MANUFAKTUR ANTARA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN KOSMETIK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014-2017 Citra Firdausi Nuzula 1, Silma Nurisshobakh 2, Friska Heninda Rahmadini 3, Denny Oktavina Radianto 4 (contoh prosiding mb)

7. Citra, Silma, Friska dan Denny

Abstract

Penelitian ini mencoba menganalisa perbandingan kinerja saham perusahaan manufaktur sub sektor makanan-minuman dan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014-2017. Analisis dilakukan dengan menghitung return saham dan indeks sharpe kemudian kemudian membandingkan hasil perhitungan menggunakan uji komparasi dua sampel bebas metode Mann-Whitney pada Minitab 17. Hasil perhitungan return menunjukkan perusahaan Makanan-Minuman meningkat selama periode penelitian. Hasil uji komparasi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada return saham antara perusahaan makanan dan minuman dengan perusahaan kosmetik. Sedangkan terdapat perbedaan indeks sharpe pada kedua sub sektor perusahaan.
Keywords: indeks sharpe, kinerja saham, manufaktur, return saham,

Facebook Comments

MERAJUT GENERASI EMAS INDONESIA YANG BERKEPRIBADIAN BAIK DAN BERKARAKTER BANGSA MELALUI IMPLEMENTASI KEPRAMUKAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Ikhtiar Syah Awika 1, Muhammad David Renanda Ardi 2, Sandy Fernanda Ardiansyah 3, Denny Oktavina Radianto 4

Softfile_Prosiding_Seminar_Nasional_Kepramukaan_2018

Abstrak

Latar belakang penulisan ini ialah budaya anarkisme usia sekolah seperti tawuran, mencontek, lunturnya sopan santun, budaya copy-paste, serta budaya pemborosan waktu pada sebagian pelajar merupakan contoh kegagalan pembentukan karakter generasi muda yang beretika dan berakhlak mulia. Hal tersebut terjadi karena pengaruh budaya barat dan kurangnya pendidikan karakter di sekolah.Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan pengimplementasian gerakan kepramukaan sebagai alternatif cara untuk menanamkan kepribadian luhur dan karakter bangsa di kalangan generasi muda melalui proses pembelajaran. Gerakan Pramuka memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi alternatif cara merajut kembali karakter luhur bangsa yang dimaksud Kepramukaan adalah pendidikan non formal untuk melengkapi tugas pendidikan sekolah dan pendidikan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik,teratur, dan terarah.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diharapkan adalah tertanam nilai karakter bangsa yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras,dan bertanggung jawab agar tindakan yang disebutkan didalam latar belakang tidak terjadi lagi.

Kata kunci: karakter, pramuka,kepribadian luhur

Facebook Comments

PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL DAN MENTAL SEBAGAI TITIK BALIK MELEMAHNYA KESADARAN PEMUDA BANGSA PADA PROSIDING SEMINAR KEPRAMUKAAN 2018 Muhammad Nur Waparta 1, Gatut Wahyu Setiawan 2, Ajeng Ramadina Sari 3 , Denny Oktavina Radianto 4 (contoh karya ilmiah)

Softfile_Prosiding_Seminar_Nasional_Kepramukaan_2018

PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL DAN MENTAL SEBAGAI TITIK BALIK MELEMAHNYA KESADARAN PEMUDA BANGSA PADA PROSIDING SEMINAR KEPRAMUKAAN 2018 Muhammad Nur Waparta 1, Gatut Wahyu Setiawan 2, Ajeng Ramadina Sari 3 , Denny Oktavina Radianto 4

Abstrak

Melalui karya tulis ilmiah ini penulis tak hanya berupaya menerangkan bahwa moral dan mental pemuda bangsa itu penting untuk dirinya sendiri, namun hal tersebut akan berpengaruh untuk membawa kejayaan Bangsa Indonesia dimasa mendatang. Pentingnya pendidikan bagi setiap penerus bangsa dikarenakan pada era sekarang melemahnya kesadaran pemuda bangsa akibat pengaruh teknologi yang disalahgunakan. Generasi muda perlu mempunyai kompetensi dalam memajukan kredibilitas bangsa, dengan cara mewajibkan wawasan kebangsaan untuk memperbaiki nilai moral dan mental para pemuda. Di era globalisasi saat ini banyak terjadi krisis moral dan mental, sebagai contohnya adalah pergaulan bebas yang terlewat batas wajar serta lemahnya mental pemuda zaman sekarang akibat tontonan yang kurang mendidik dan kurang bermanfaat. Kedua hal tersebut karena kurangnya kesadaran moral dan wawasan hukum yang berlaku. Bangsa yang kaya akan sumber daya alam ini seolah-olah berbanding terbalik dengan kualitas sumber daya manusianya. “Kemajuan suatu bangsa serta kejayaan suatu bangsa ada digenggaman generasi selanjutnya.” –Ir. Soekarno. Kata kunci : Pendidikan, Kredibilitas bangsa, Kualitas

Facebook Comments