Kiat Mahasiswa Menghadapi MEA

Akhirnya kita memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Lantas apa bedanya dengan kemarin kemarin? Buat Anda yang masih mahasiswa, kemarin kemarin kalau Anda lulus saingan masih teman-teman sendiri didalam negeri? sekarang saingan Anda alumni NUS Singapore, AIT Thailand, Politeknik Singapura, UTM Malaysia. Lalu bagaimana Anda bisa bersaing dengan mereka?. Sedikit saja Saya ingin berbagi kiat yang saya yakini cukup ampuh dan bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda nanti saat telah lulus kuliah.

MEA Tidak Lagi Melihat IJAZAH

Dalam masa MEA, Industri/Perusahaan tidak lagi melihat ijazah Anda dikeluarkan dari Kampus apa,saya rasa bukan waktunya lagi menyombongkan diri dengan memiliki ijazah kampus TOP di Indonesia. Ingat, saat memasuki dunia kerja Anda memulai lagi dari awal, rasa kebanggaan dan euforia saat diterima di Perguruan Tinggi Favorit dahulu tak akan ada artinya ketika Anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Kuliah itu sebuah proses, dalam proses itu seringkali terjadi kegagalan dalam pembentukan, jadi jangan heran jika Anda melihat teman-teman Anda saat SMA dulu pintar tapi hingga anda lulus kuliah, mereka yang Anda anggap hebat di SMA justru masih belum lulus? Masa waktu kuliah membentuk Anda yang awalnya biasa-biasa saja menjadi luar biasa, atau malah membentuk Anda yang sudah luar biasa dulunya malah menjadi biasa saja….

Dalam masa MEA, Industri/Perusahaan akan menstandarkan pola penilaian mereka dalam merekrut tenaga kerja baru berdasarkan kompetensi keahlian. Apa maksudnya? ya… mereka hanya melihat ijazah sebagai dokumen pelengkap. Sertifikat keahlian yang mereka cari! Kompetensi yang mereka cari!

Dalam bidang engineering baru-baru ini disahkan Undang-Undang Keinsinyuran yang memberikan konsekuensi pada “keharusan” seorang sarjana teknik (S.T) untuk menempuh Uji Kompetensi (Sertifikasi Keahlian) sebelum masuk dunia kerja. Ya ini untuk mengantisipasi tenaga kerja asing dari ASEAN khususnya untuk tidak semudah itu memasuki pasar dalam negeri. Konsekuensinya ya Anda calon sarjana-sarjana teknik harus segera mempersiapkan diri untuk melengkapi diri dengan sertifikasi keahlian.

Sebagai contoh bidang informatika. Sudah dari dulu perusahaan IT merekrut karyawan dengan persyaratan sertifikasi yang harus dipenuhi. Misalnya perusahaan IT membuka lowongan kerja posisi Programmer. Syarat yang mereka pasang adalah mempunyai sertifikasi CCNA (jaringan), sertifikasi Pemrograman (Java), dan beragam sertifikasi lainnya….. Darimana mendapatkan sertifikat2 itu, Anda lulus dari kampus kebanggaan Anda hanya diberikan satu lembar Ijazah dan Transkrip. Itu saja! IPK Cumlaude pun terasa tak ada nilainya……

Segera Rencanakan Sertifikasi Keahlian Yang Ingin Anda Ambil!

Pada akhirnya Anda yang harus menyesuaikan diri dengan iklim MEA saat ini. Segera rencanakan studi Anda dengan mengambil sertifikasi keahlian yang ditawarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) . LSP ini bisa bermacam-macam, biasanya kampus Anda sendiri juga menyediakan Jasa Sertifikasi. Karena pada umumnya produk dari sebuah perguruan tinggi selain pendidikan adalah jasa produksi, training, dan sertifikasi. Atau anda bisa cari LSP swasta, atau anda tanyakan di Balai Latihan Kerja di kota Anda. Biasanya mereka menyediakan kelas khusus untuk training dan sertifikasi.

Ambil Sertifikasi Keahlian Yang Prospektif dengan Standar yang Diakui!

Anda perlu merencanakan sertifikasi keahlian yang ingin diambil. Upayakan mengambil sertifikasi keahlian yang memang benar-benar banyak dibutuhkan. Ingat, biaya training dan sertifikasi tidak murah, jadi rencanakan dengan baik. Lalu pastikan sertifikasi yang Anda ambil adalah sertifikasi yang diakui oleh dunia kerja. Untuk bidang engineering misalkan pastikan sertifikasi tersebut mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikas Profesi). Untuk bidang yang lain seperti informatika sudah punya standar sendiri seperti sertifikasi CISCO, CCNA, dll.

Poles Diri Anda Dengan Kemampuan Softskill yang Mumpuni!

Kembali lagi pada persaingan MEA. Lawan Anda tidak hanya datang dari dalam negeri. Kemampuan bahasa misalnya, mutlak diperlukan saat ini. Bagaimana anda dapat bekerja dengan rekan tempat kerja yang berasal dari Thailand, Singapura, Amerika? mau komunikasi pakai bahasa Indonesia??? ga mungkin khan….  Segera latih dan biasakan diri Anda dengan berbahasa Inggris, kemampuan berbahasa Inggris untuk dunia kerja banyak menggunakan parameter penilaian dari TOEIC. TOEIC ini berbeda dengan TOEFL yang banyak digunakan untuk standar mencari beasiswa. TOEIC lebih menekankan aspek komunikasi yang memang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

Softskill berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan komunikasi dan leadership. Ingat,,, dunia kerja menuntut Anda untuk dapat bekerja dalam tim. Tidak bisa anda bertingkah individual, perusahaan tidak mencari pegawai yang demikian. Kemampuan bersosialisasi, menempatkan diri dalam tim, berkerjasama dalam tim harus dilatih sejak bangku kuliah. Caranya dengan membiasakan diri terlibat dalam lingkungan organisasi. Organisasi adalah miniatur dunia kerja yang Anda akan masuki nanti setelah lulus kuliah. Apa Anda sudah merasa siap? jika belum coba berlatih dan membiasakan diri aktif dalam dunia organisasi. Berhimpun, berorganisasi harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan primer untuk melengkapi “Harga” anda ketika lulus dari bangku kuliah. Jangan sampai Anda masih tetap menjadi pribadi yang close minded , ga bisa ngomong, ga berani tampil dimuka umum. Lalu akan seperti apa karir Anda nantinya? mau jadi junior engineer sampai tua?

Saya kira beberapa hal diatas bisa menjadi bahan perenungan Anda saat ini mahasiswa-mahasiswa Era MEA . Bangun dari tidur Anda! dan lihat dunia Anda sekarang Lain dengan yang dulu.

Surabaya, 30 Desember 2015
Rachmad Andri Atmoko, S.ST, M.T

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *